Kamis, 22 Juli 2010

Makalah Komunikasi Pembangunan

Posted by Dennis Rvindo 07.09, under | 1 comment

kumpulan makalah pilihan, makalah lengkap, latar belakang, rumusan masalah, pembatasan masalah,gratis, terbaru,www.whistle-dennis.blogspot.com.


Makalah Komunikasi Pembangunan

BAB I
PENDAHULUAN
B. Latar Belakang.
Di era sekarang ini, pembangunan disegala bidang sedang giat-giatnya dilaksanakan mulai dari perkotaan hingga ketingkat pedesaan. Puluhan juta bahkan ratusan juta dana dikucurkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau ke kelompok-kelompok masyarakat didaerah untuk menunjang keberhasilan pembangunan di daerah tersebut.
Demi keberhasilan pembangunan tersebut maka peran serta masyarakat dalam menentukan arah pemabangunan sangatlah penting agar tujuan dari pembangunan tersebut bisa mencapai sasaran, yaitu bidang-bidang pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Untuk itu diperlukan suatu komunikasi antara pemerintah sebagai pihak yang hendak membangun dengan masyarakat sebagai sasaran dari pembangunan tersebut, sehingga pembangunan yang dijalankan bisa betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan.
Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari adanya komunikasi pembanguan. Komunikasi memiliki peran yang sangat penting, sebagai contoh, suatu kelompok tani perlu mengkomunikasikan tentang kebutuhan pupuk anggotanya kepada pemerintah sehingga pemerintah bisa memberikan pupuk sesuai dengan kebutuhan kelompok tani tersebut.
Luasnya wilayah republic indonesia dengan jenis geografi yang berbeda disetiap wilayahnya, serta budaya yang beragam menjadi satu masalah tersendiri dalam pembangunan dewasa ini, sebab kadangkala suatu program yang direncanakan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Hal tersebut telah coba diselesaikan dengan dihadirkannya sistem otonomi daerah. Dimana pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola dananya sendiri sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.
Namun dengan hadirnya sistem otonomi ini tidak semerta-merta menghilangkan segala persoalan yang ada. Ketidak mengertian pemerintah daerah tentang pentingnya komunikasi pembangunan ditambah dengan partsipasi masyrakat dalam pembangunan yang sangat minim membuat suatu program terkadang tidak diterima oleh masyarakat.

B. Rumusan Masalah.
Siapa, apa, dan bagaimana komunikasi pembangunan itu kaitannya dengan kesuksesan pembangunan serta apa dampak yang ditimbulkan dengan adanya komunikasi pembangunan?

C. Tujuan dan Manfaat
Mengetahui lebih jauh tentang Komunikasi pembangunan, siapa, apa, dan bagaimana dampak yang ditimbulkan komunikasi pembangunan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Pembangunan
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan, gagasan, harapan, perasaan dari seseorang (Komunikator) ke orang lain atau Pihak Lain (Kominikan). Dalam penyampain pesan/gagasan perlu dipahami siapa yang diajak berkomuniasi, hal itu meliputi pendidikan umur, status social, kebiasaan, dan lain-lain.
Komunikasi yang salah sering menimbulkan sesuatu yang salah kaprah dalam masyarakat, contohnya masyarakat selalu beranggapan bahwa lulusan STM mengerti tentang seluk beluk alat elektonika dan mesin, untuk itu perlu komunikasi dengan masyarakat tentang bidang keilmuan dari lulusan STM.
Menurut Roger dan S. Schoemaker (1971) Pembangunan adalah suatu jenis perubahan social dimana ide-ide baru diperkenalkan kepada suatu sistem social untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih baik.
Sedangkan menurut Kleijans (1975) pembangunan merupakan pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, perluasan wawasan manusia, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntukan kepercayaan diri, sedangkan Pengertian pembangunan secara sederhana yaitu perubahan, perbaikan menuju kearah yang lebih baik.
Komunikasi Pembangunan adalah proses penyampaian materi dalam rangka meningkatkan sesuatu agar menjadi lebih baik. secara Luas Pengertian Komunikasi Pembangunan adalah sebagai aktivitas pertukaran pesan secara timbale balik diantara semua pihak yang terlibat dala usaha pembangunan, terutama masyarakat dan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap pembangunan.
Secara khusus Komunikasi pembangunan adalah segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian pesan atau gagasan dan keterampilan keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan yang ditujukan kepada masyarakat luas.

B. Unsur-unsur Komunikasi Pembangunan
Dalam komunikasi pembangunan terdapat beberapa unsur-unsur komunikasi yaitu :
1. Pihak Yang menyampiakan Pesan (Komunikator/Source)
Komunikator sebagai pemerakarsa dari terwujudnya sebuah perubahan. Komunikator juga berperan sebagi agen perubahan yani menjadi pusat untuk merubah dari kondisi lemah menjadi kuat.
Komuniukator bisa muncul dari siapa saja, dalam komunikasi pembangunan komunikator tidak harus pemerintah, komunikator selain pemerintah bisa saja meliputi LSM, Organisasi, atau Individu.
Kita pun bisa tampil sebagai komunikator ketika kita ada upaya-upaya atau ada kemampuan untuk merubah/melakukan perubahan. Komunikator sebagai agen perubahan bisa muncul dari dua hal, yaitu :
a) Muncul dari masyarakat itu sendiri (Insider)
Komunikator yang muncul dari dalam masyarakat memiliki kelebihan yaitu lebih mengetahui kondisi masyarakat, ia lebih tahu tentang kondisi ekonomi, social budaya masyarakat setempat sehingga upaya yang ia laksanakan bisa betul-betul sesuai dengan kehendak masyarakat.
Namun disisi lain kekukarangan dari komunikator jenis ini yakni kurang obyektif/kurang leluasanya dalam bertindak sehingga dalam bekerja ia tidak independen.
Dewasa ini istilah putra daerah semakin sering didengung-dengungkan terutama dalam pemilihan kepala-kepala daerah. Hal ini tentu saja karena adaya pengaharapan dari masyarakat bahwa kepala daerah yang terpilih benar-benar mengerti tentang kebutuhan mendasar dari rakyat yang hendak dipimpinnya.
b) Muncul dari luar Masyarakat (Outsider)
Yang dimaksudkan dengan Komunikator yang muncul dari luar masyarakat yakni Komunikator yang sebelumnya tidak berdomisili di dalam wilayah masyrakat yang dimaksudkan.
Kelbihan dari Komunikator ini yaitu kemampuannya untuk bertindak secara leluasa, ia segala kebijakan yang akan dikeluarkan olehnya kecil kemungkinannya hanya berpihak pada satu golongan masyarakat tertentu.
Numun biasanya ketidak berpihakan tersebut tidak akan berlangsung lama. Begitu ia berinteraksi dengan masyarakat secara perlahan ia akan mulai membentuk satu golongan tertentu yang tidak menutup kemungkinannya akan diuntukngkan dalam peneluran kebijakan selanjutnya.
Kekurangan mendasar dari komunitator ini yakni ketidak pahamannya terhadap kondisi social ekonomi masyarakatnya, ia tidak mengetahui secara detail kondisi rill masyarakat, ia membutuhkan banyak waktu untuk mempelajari kebetuhan masarakat sehingga dia tidak dapat bertindak dengan cepat.
2. Sesuatu yang disampaikan (Pesan/Message)
Ketika Komunikator hendak menyampaiakn pesan maka tentu saja pesan yang hendak disampaikan sudah ada dan sudah dipastikan kebenarannya. Hal ini dimaksudkan supaya dampak yang ditimbulkan oleh pesan tersebut bisa dipertanggung jawabkan.
Sebagai contoh ketika seorang kepala desa hendak menyampaikan program pembangunan jalan tani maka kepala desa yang bersangkutan betul-betul mengetahi bahwa program yang hendak disampaikan itu benar-benar ada jangan sampai program tersebut baru sebatas wacana atau bahkan tidak ada samasekali.
Dalam penyampaian program perlu diperhatikan tiga hal penting yaitu :
a) Secara teknik program tersebut bisa dilaksanakan masyarakat setempat secara mudah.
b) Secara ekonomis program tersebut menguntungkan dan dapat menambah pendapatan masyarakat.
c) Secara social program tersebut tidak menimbulkan keretakan social/kesenjangan social.
3. Saluran yang digunakan dalam komunikasi (Media/Channel)
Media Komunikasi dewasa ini telah sangat canggih, suatu kejadian yang tempatnya sangat jauh dari tempat kita hanya dalam hitungan detik telah bisa kita ketahui. Hal ini tentu saja tidak lepas dari peranan media komunikasi dalam menyampaikan berita tersebut.
Penggunaan media komunikasi dalam berkomunikasi disesuaikan dengan kasus-kasus komunikasi pembangunan yang dihadapi, untuk itu kasus-kasus komunikasi tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bahagian yakni :

a) Komunikasi personal.
Komunikasi personal dilakukan atas nama personal dan dengan pendekatan personal. Contoh komunikasi personal dalam masyarakat yaitu Orang Tua membimbing anak, Seorang Pemuda Menyampaikan Perasaan cintanya pada Seorang perempuan, Dosen membimbing seorang anak yang bermasalah dengan kehadiran, atau ketika seorang caleg melakukan pendekatan pada tokoh-tokoh masyarakat secara personal.
Pendekatan personal ini dapat menggunakan media seperti bertatap muka langsung, telepon, Chat, surat atau sejenisnya yang sifatnya pribadi.
b) Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah system komunikasi yang dilakukan atas nama lembaga, organisasi bukan orang perorang. Berdasarkan banyaknya orang dalam kelompok maka komunikasi kelompok dibedakan menjadi dua yaitu :
- Komunikasi kelompok kecil.
Komunikasi kelompok kecil dilakukan dalam kelompok yang lebih terbatas dan dimungkinkan terjadi proses komunikasi 2 arah. Contohnya Penyuluhan Pertanian kepada kelompok tani, penyuluhan di posyandu.
Komunikasi kelompok kecil menggunakan media bertatap muka langsung, namun karena perkembangan teknologi maka dewasa ini juga telah dimungkinkan dengan teleconference, Hal ini telah beberapa kali dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono salah satunya saat memimpin rapat cabinet dari Amerika serikat.
- Komunikasi Kelompok Besar
Komunikasi kelompok besar dilakukan dalam kelompok yang besar, heterogen, anonym dan tidak memungkinkannya terjadi proses komunikasi 2 arah, contok komunikasi kelomok besar yakni Orasi Kampanye.
Media yang digunakan dalam komunikasi kelompok besar yaitu bertatap muka langsung.
c) Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan system komunikasi yang penyampaiannya ditujukan pada banyak orang dengan menggunakan media massa seperti Televisi, Koran, Radio, spanduk dan lainnya.
Media massa merupakan suatu alat yang perkasa dalam mempengaruhi, Dimana masyarakat tidak akan berdaya menghadapinya. Sebagai contoh dalam kasus pidana Prita ketika menghadapi RS. Omni Internasional, peran media sangat besar sehingga bisa membuat simpati masyarakat yang kemudian membantu kasus hukumnya, demikian pula dalam Kasus Susno Duaji ketika terkena kasus Cicak buaya peran medialah yang membuatnya tenggelam.
Namun atas peran media pula Susno Duaji kemudian bak pahlawan yang diagung-agungkan oleh sebagian masyarakat ketika membongkar berbagai kasus di tubuh kepolisian.
Demikian hebatnya media massa sehingga ketika terjadi pergolakan politik dalam suatu Negara seperti kudeta maka penguasaan media massa menjadi hal penting dan tak terlupakan. Contohnya ketika terjadi Kudeta Atas PM. Thaksin Sinawatra oleh militer Thailand maka Stasiun televisi dan radio turut pula menjadi sasaran utama.
Demikian pula ketika terjadi pemberontakan G.30.S/PKI. RRI dan TVRI turut serta dikuasai. Para peneliti memang telah menemukan bahwa efek yang ditimbulkan oleh media massa sebagai media komunikasi sangat besar akibatnya.
Contoh komunikasi pembangunan dalam komuynikasi massa yaitu: kampanye narkoba, iklan layanan masyarakat tentang lingkungan hidup, film documenter mengenai transmigrasi, dan penyampaian pesan dalam pemberitaan.
4. Pihak yang menerima pesan (Komunikan/Receiver)
Komunikan atau pihak yang menerima pesan berperan sebagai sasaran dalam komunikasi pembangunan, komunikator sebagi agen perubahan perlu mengetahui kondisi riil dari komunikan, sehingga pesan yang hendak disampaikan bisa diterima dengan mudah oleh pihak komunikan.
Pada masa terdahulu, sunan kali jaga menggunakan media pewayangan untuk menyebarkan agama islam ditanah jawa, hal ini dikarenakan Sunan kalijaga mengetahui persis kondisi masyarakat pada saat itu yang gemar menonton pagelaran wayang.
Rusuh penertiban kuburan di koja Jakarta juga merupakan buah dari ketidak pahaman pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kondisi masyarakatnya sehingga dalam penertiban tersebut mengorbankan jiwa dari aparat itu sendiri.
Mayarakat sebagai pihak yang akan menerima sebuah program pembangunan tentu saja tidak semerta-merta menerima begitu saja program tersebut, program tersebut akan melewati beberapa tahapan yaitu Pengenalan(awarnes), tertarik(interes), mempertimbangkan (desire), menentukan (decision), dan melaksanakan (action).
Tahapan-tahapan tersebut bakal dipengaruhi oleh beberapa hal/pertimbangan. Ada lima hal pokok yang mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat, yakni :
a) Keuntungan Relatif (relative advantages)
Masyarakat akan mempertimbangkan apakah hal tersebut menguntungkan atau tidak, keuntungan kecil atau besar, jika kurang menguntungkan atau bahkan merugikan maka sebuah program pembangunan akan sulit diterima.
b) Kesesuaian (complexity)
Dalam masyarakat Indonesia, faktor adat masih sangat kental. Dan hal ini sangat berpengaruh pada penerapan program pembangunan. Komunikator sebagai pemerakrsa perlu mengetahui apakah program pembangunan tersebut tidak berbenturan dengan dengan kultur masyarakat setempat.
c) Kompleksitas (Complexity)
Kompleksitas atau tingkat kerumitan program juga menjadi bahan pertimbangan dalam penerimaan pesan pembangunan. Masyarakat dewasa ini semakin menginginkan kemudahan dalam segala hal, jadi ketika sebuah program dianggap rumit dan berbelit-belit akan sangat susah ketika harus menerima keterlibatan masyarakat.
d) Triabilitas (triabilitas)
Triabilitas samadengan bisa dicobakan. Ketika masyarakat menerima suatu program maka masyarakat tentu saja akan berusaha mencobo hal tersebut. Sehingga triabilitas juga menjadi bahan pertimangan dalam penerimaan program pembangunan.
e) Observasi (observability)
Pertimbangan ini adalah hal terpenting dalam penerimaan masyarakat, obeservasi berarti bisa dilihat langsung hasilnya. Contohnya Bertahun-tahun lamanya masyarakat petani dibeberapa Desa di Kab.barru menggunakan sistem persemaian dalam budidaya pertanian, tetapi ketika sistem tabur benih langsung (tabela) dicobakan dan hasilnya bisa dilihat Maka tidak membutuhkan waktu yang lama bagi petani untuk beralih ke teknologi tersebut.
5. Dampak yang ditimbulkan (Effect)
Dengan adanya komunikasi pembangunan maka tentunya diharapkan pesan yang dikomunikasikan memberi dampak setelah terjadinya komunikasi. Semua dampak yang timbul diharapkan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komuniukator.
Dampak yang ditimbulkan dengan adanya komunikasi diantaranya yaitu:
a) Informasi (menjadi tahu).
b) Persuasif (menggugah Perasaan)
c) Mengubah Prilaku
d) Mewujudkan Partisipasi masyarakat
e) Meningkatkan pendapatan.

BAB III
KESIMPULAN
Komunikasi pembangunan dewasa ini adalah merupakan hal terpenting dalam pembangunan dan tidak bisa disepelekan. Komunikasi pembangunan tidak sepenuhnya menjadi komsumsi pemerintah, tepati dalam lembaga atau organisasi pun dibutuhkan. Bahkan dalam keluarga sekalipun.
dalam pembangunan dewasa ini, ada banyak peran yang dapat dilakukan komunikasi dalam pembangunan, diantaranya :
1. Komunikasi dapat menciptakan iklim bagi perubahan dengan membujukkan nilai-nilai, sikap mental, dan bentuk prilaku yang menunjang modernisasi.
2. Komunikasi dapat mengajarkan keterampilan-keterampilan baru, mulai dari baca-tulis ke pertanian, hingga kekeberhasilan pembangunan hingga reparasi mobil. (schram, 1967)
3. Media massa dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman yang seolah-olah dialami sendiri, sehingga mengurangi biaya psikis dan ekonomis untuk menciptakan kepribadian yang mobile.
4. Media massa dapat bertindak sebagai pengganda sumber-sumber daya pengetahuan.
5. Komunikasi dapat meningkatkan aspirasi yang merupakan perangsang untuk bertindak nyata.
6. Komunikasi dapat membantu masyarakat menemukan norma-norma baru dan keharmonisan dari masatransisi (Rao, 1966)
7. Komunikasidapat membuat orang lebih condong untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan di tengah kehidupan masyarakat.
8. Komunikasi dapat mengubah struktur kekuasaan pada masyarakat yang bercirikan tradisional, dengan membawa pengetahuan kepada massa. Mereka yang memberi informasi akan menjadi orang berarti, dan para pemimpin tradisional akan tertantang oleh kenyataan bahwa ada orang lain yang yang juga mempunyai kelebihan dalam hal memiliki informasi.
9. komunikasi dapat membantu mayoritas populasi menyadari pentingnya arti keberadaan mereka sebagai warga Negara, sehingga apat membantu meningkatkan aktivitas politik (Rao.1966)
10. Komunikasi memudahkan perencanaan dan inflementasi program-program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penduduk.
11. Komunikasi dapat membuat pembangunan ekonomi, social, dan politik menjadi suatu proses yang berlangsung sendiri.
Pembangunan harus didukung oleh partisipasi masyarakat, dimana tingkat keterlibatan masyarakatdalam paket program pembangunan sangat dibutuhkan, untuk itu dibutuhkan upaya-upaya agar masyarakat bisa turut serta dalam pembangunan. Untuk itu pada setiap tahapan-tahapan pembanguan keterlibatan masyarakat adalah mutlak.


Bookmark & Share

1 komentar:

izin copas yaa, makasih sebelumnya makalahnya sangat membantu :)

Terimakasih Atas Kunjungan Sobat

Poskan Komentar

Setiap komentarmu akan sangat berarti sekali buat blog ini agar bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya, trima kasih udh berkomentar di blog ini..

Tags

Music on

Blog Archive

Sponsor